× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Tahun 2016, Kasus Perempuan dan Anak di Sulsel Capai 1.886

Tahun 2016, Kasus Perempuan dan Anak di Sulsel Capai 1.886
Kepala DPPPA Sulsel, Andi Murlina
Jumat , 10 Februari 2017 14:39

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Sulawesi Selatan mencatat ada 1.886 kasus kekerasan pada perempuan dan anak di tahun 2016. Jumlah itu berdasarkan catatan laporan 10 dari 24 kabupaten.

"Khusus yang terlapor dan ditangani oleh provinsi ada 72 kasus, yang telah selesai sudah 80 persen. Sisanya masih berproses. Kita melakukan pendampingan kasus-kasus tersebut sampai dengan keluarnya vonis," ujar Kepala DPPPA Sulsel, Andi Murlina, Jumat (10/2/2017).

Dia menambahkan, kasus eksploitasi, penelantaran, dan seksual mendominasi seluruh laporan. Sementara sisanya diisi laporan kasus kekerasan fisik pada anak dan perempuan.

"Tren pelaporan kasus ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Tetapi bukan karena jumlah kekerasan yang semakin banyak. Hal itu mungkin saja. Tetapi juga karena kesadaran masyarakat untuk melapor juga semakin meningkat," kata Murlina. 

Seperti perilaku eksploitasi anak dan kasus seksual, kata dia, sebelumnya tidak dipahami masyarakat. Namun dengan pemahaman yang baik, masyarakat semakin sensitif untuk melapor jika melihat sesuatu yang tidak sesuai. 

"Semakin terbukanya saluran pengaduan, kemungkinan akan semakin meningkat yang terlaporkan. Ini menjadi salah satu bukti dinas ini bekerja bekerja. Yang dulu tidak diketahui sekarang menjadi terlapor," kata dia. 

"Tetapi suatu saat trennya harus sudah menurun dengan keterbukaan saluran pengaduan ini. Maka kami terus lakukan upaya pencegahan."

Penulis : Al Khoriah Etiek Nugraha

Editor : Chaerul

Komentar