× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Nurdin Abdullah Paparkan Kondisi Seko di Forum APPSI

Nurdin Abdullah Paparkan Kondisi Seko di Forum APPSI
Selasa , 26 November 2019 22:13

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, memaparkan kondisi Kecamatan Seko, di Kabupaten Luwu Utara, di hadapan seluruh Gubernur se-Indonesia pada Forum APPSI. 

Pembangunan jalan menuju Seko menjadi pintu baru bagi tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Tiga daerah ini secara jalur penghubung terbilang cukup jauh, namun Seko menjadi kunci untuk memperpendek jalan penghubung. 

Salah satu contoh, jarak antara Sabang sampai Kota Palu saat ini ditempuh dengan jarak 800 kilometer. Sedangkan setelah terbangun jalur baru dari Seko ke Palu, hanya 600 kilometer. Dengan demikian, ada penghematan jarak sekitar 200 kilometer. 

"Seko ini lebih dekat untuk menghubungkan ke Sulawesi Tengah kalau itu jadi. Ke Sulawesi Utara dari Sabang sampai Palu jarak 800 kilometer, tapi kalau Seko ini jadi hanya 600 kilometer," kata Nurdin Abdullah.

Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) menjadi momentum bagi Nurdin Abdullah, untuk menyampaikan bagaimana keadaan daerah dibawah kepemimpinan dirinya dan Andi Sudirman Sulaiman. 

"Nah, daerah terisolir ini namanya Seko. Seko ini bisa dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kalau ini selesai, maka Sulsel, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, jauh terkoneksi dengan baik, Seko ini akan menjadi pusat lumbung daging Pak," ujarnya. 

Bahkan, Prof Nurdin Abdullah mengaku, Seko yang terletak di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara ini, hampir sama dengan daerah Tasmanyia, di Australia. 

"Kalau saya itu daerah, sama dengan Tasmanyia Australia," tambahnya. 

Dirinya menyampaikan pula kepada seluruh tamu dan Wakil Menteri PUPR, persoalan di Seko sudah disampaikan sejak lama kepada Menteri PUPR sendiri. Hal tersebut sengaja disampaikan karena sesuai dengan janji Menteri PUPR. 

"Saya juga sudah ketemu Pak Menteri, kita ingatkan kembali, tapi belum sampai kebawah, sesuai janji Pak Menteri PUPR. Jadi, saya kira APPSI kedepan, bagaimana sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, sinergi ini penting. Supaya Balai yang ada di provinsi itu mau berkolaborasi dengan kita di daerah," pungkasnya.
 

Penulis : Fathul Khair

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar