× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Nurdin Abdullah Dorong Peningkatan PAD Lewat Sektor Unggulan

Nurdin Abdullah Dorong Peningkatan PAD Lewat Sektor Unggulan
Sabtu , 26 Oktober 2019 17:20

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, menyampaikan beberapa arahan pada Dialog Interaktif Lembaga Jasa Keuangan Bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan. Dialog dengan tema Inklusi Keuangan Untuk Semua tersebut dilaksanakan di Hotel Aston Makassar, Sabtu (26/10/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemprov Sulsel, OJK Regional 6 Sulampua, dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulselbar. Selain gubernur, hadir sebagai pembicara yakni Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK RI, Sarjito, Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perbankan OJK RI, Slamet Edi Purnomo, serta Kepala OJK 6 Sulampua, Zulmi. 

"Kegiatan ini sangat tepat dalam rangka percepatan pembangunan di Sulawesi Selatan," kata Prof Nurdin, di awal arahannya. 

Beberapa harapan untuk percepatan pembangunan Sulsel disampaikan Gubernur. Ada beberapa kendala yang harus diselesaikan. Misalnya, untuk pemenuhan bahan baku industri dari masyarakat. 

Ia mencontohkan, untuk bahan baku industri karagenan atau produk olahan rumput laut merah di Pinrang, masih kurang. Industri keragenan ini akan menjadi industri keragenan terbesar di dunia. 

"Kemarin mengunjungi salah satu industri keragenan, bahan bakunya adalah rumput laut. Ternyata opportunity sangat besar, dan saya lihat memang ada yang yang harus kita sama-sama intervensi. Kapasitas industri itu sekitar 100 ton per hari, tetapi masyarakat baru mampu mensuplai 30 sampai 50 ton," ungkapnya. 

Hal lainnya, adalah tantangan Sulsel sebagai penyangga pangan nasional dan tumbuh dari sektor pertanian. Tetapi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) murni Sulsel justru didominasi oleh pajak kendaraan.

"Sangat ironi, ini sebuah peluang yang tentu harus kita kaji bersama. Kenapa kita dari sektor pertanian, perikanan, peternakan. Tapi pendapatan kita didominasi oleh pajak kendaraan," ujarnya. 

Keunggulan lain adalah sektor pariwisata Sulsel yang patut untuk dikembangkan. Masalah yang ada adalah konektivitas. 

"Orang kalau ke Bira, rasanya malas untuk tinggalkan Bira. Tetapi kalau kita berniat mau ke Bira malas. Alasannya karena lama ke sananya," lanjutnya. 

Ia juga berharap agar perbankan ikut berperan, untuk mengalokasikan anggaran CSR atau tanggung jawab sosial perusahaannya, untuk pembangunan toilet yang representatif di lokasi wisata. 

Hal lainnya yang menjadi peluang bagi Sulsel, kata Prof Nurdin, adalah rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur. Sulsel sebagai daerah terdekat, memiliki tanggung jawab paling besar sebagai daerah penyangga. 

"Saya yakin, ke depan PAD akan meningkat. Sekarang kita belum menyentuh keunggulan kita," tuturnya.

Penulis : Fathul Khair

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar