× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Nurdin Abdullah Buka Seminar Peranan APBN Terhadap Pembangunan Daerah

Nurdin Abdullah Buka Seminar Peranan APBN Terhadap Pembangunan Daerah
Selasa , 29 Oktober 2019 16:06

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah membuka seminar "Peranan APBN Terhadap Pembangunan Daerah" di Kantor Balai Diklat Keuangan Provinsi Sulsel, Selasa (29/10/2019).

Seminar yang diadakan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan ini adalah rangkaian peringatan Hari Oeang RI (HORI) ke-73 tahun.

Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah menyebut seminar yang digelar menjadi sarana untuk sharing pengetahuan sekaligus menjalin kolaborasi antar instansi di tingkat pusat, provinsi dan daerah untuk mendukung pembangunan daerah.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita. Karena hari ini kita akan sharing pengalaman, tentang peran APBN untuk pembangunan daerah, saya yakin dan percaya bahwa ke depan kolaborasi itu jadi penting bagi kita semua, sinergi bagi kita semua," kata Nurdin Abdullah. 

"Dari seminar ini juga diharapkan akan ada rekomendasi kolaborasi bahwa baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota ini betul-betul dapat diwujudkan," sambungnya.

Dalam seminar ini, Nurdin menekankan pentingnya pengelolaan APBN untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

"Kita rasakan betul, keinginan masyarakat begitu ingin agar percepatan pembangunan dapat dilakukan, bahkan setiap tahun dapat diselesaikan semua. Tetapi apa yang dapat dilakukan dengan kemampuan APBD kita yang terbatas," terang Nurdin.

Untuk itu, mantan Bupati Bantaeng periode 2008-2018 ini mengatakan fokus Pemerintah Provinsi adalah membantu pembangunan kabupaten/kota melalui program Bantuan Keuangan Daerah.

"Oleh karena itu kebijakan kami bersama Wakil Gubernur, di awal masa periode saya, langsung saya menghadirkan, bahwa provinsi ini adalah perwakilan Pemerintah Pusat. Maka kebijakan kita di tahun pertama adalah, APBD ini coba kita berikan ke daerah untuk berinovasi," sebutnya. 

Nurdin melanjutkan, dengan bantuan keuangan daerah, setiap pemerintah daerah diberikan kesempatan untuk mengajukan program inovatif yang mendukung pembangunan daerah.

"Kebijakan Bantuan Keuangan Daerah kami naikkan dari Rp24 miliar (Rp1 miliar per kabupaten) menjadi Rp300 miliar," jelasnya. 

"Setiap daerah diberikan kewenangan penuh untuk memanfaatkan dana bantuan ini," sambungnya.

Diketahui, tahun 2020 Pemprov Sulsel akan menaikkan bantuan keuangan daerah dari Rp300 miliar menjadi Rp500 miliar.

Penulis : Fathul Khair

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar