× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Nurdin Abdullah Bangun Pelabuhan Ekspor di Bantaeng  

Nurdin Abdullah Bangun Pelabuhan Ekspor di Bantaeng  
Sabtu , 7 Desember 2019 19:05

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah berencana untuk membangun pelabuhan ekspor di Kabupaten Bantaeng. Pembangunan ini dilakukan untuk menopang industri smelter di kawasan Industri Bantaeng.
 
"Sebentar lagi Insyaallah pelabuhan besar akan ada di sini (Bantaeng) karena kita sudah dengar keluhan dari pengelola industri smelter. Lebih mahal ongkos bawa nikel dari Bantaeng ke Makassar di banding ongkos dari Makassar ke China," beber Prof Nurdin Abdullah dalam sambutan pada perayaan HUT Bantaeng yang ke 765 tahun, di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Sabtu (7/12/2019).
 
Sehingga, nantinya ekspor nikel dari Bantaeng langsung ke negara tujuan. Ia juga sudah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo tentang kebutuhan pelabuhan ekspor untuk menopang pengembangan industri smelter di Bantaeng itu.

"Saya sudah menyampaikan hal itu ke pemerintah pusat supaya Bantaeng harus dibangun pelabuhan ekspor," ungkapnya.
 
Prof Nurdin sendiri mengajak seluruh stakeholder agar sama-sama menjaga Bantaeng, karena menurutnya tidak mudah untuk membangun sebuah daerah. 
 
"Tidak mudah menghadirkan industri di Kabupaten Bantaeng. Coba bayangkan kita tidak punya nikel, listrik pun beban puncak kita hanya delapan mega, tapi kenapa orang mau membangun smelter di sini. Itu karena ada kepastian,"  jelasnya. 
 
Diakui, salah satu unggulan Indonesia yang menopang ekspor kita itu adalah nikel, dan kalau orang bicara nikel orang hanya bicara Vale di Luwu Timur, Morowali dan Bantaeng, itu nama Bantaeng lagi trip.  
 
"Jadi saya berharap bahwa nikel ini harus terus berkembang pak harus terus berkembang, tidak ada sebuah negara yang mengembangkan industri tidak ada efek, tapi efek itu bisa kita minimalisir dengan tehnologi," harapnya.
 
"Jadi saya sekali lagi para tokoh-tokoh Bantaeng saya titipkan bahwa perjuangan ini bukan perjuangan yang mudah, kita menghadirkan industri," pungkasnya.

Penulis :

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar