× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Menteri Perdagangan: Inovasi Nurdin Abdullah Patut Diacungi Jempol

Menteri Perdagangan: Inovasi Nurdin Abdullah Patut Diacungi Jempol
Rabu , 20 November 2019 17:55

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Agus Suparmanto, bangga atas semua inovasi-inovasi yang diciptakan Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah selama memimpin Sulsel satu tahun lebih ini. 

"Ya memang terus terang pak gubernur sulsel ini patut dibanggakan karena orangnya kreatif. Saya baru bertemu dan udah melihat memang inovasi-inovasi beliau patut di acungi jempol," ungkap Mendag RI Agus Suparmanto, dalam sambutannya, di Pelabuhan Makassar, Rabu (20/11/2019). 

Menurut Agus Suparmanto, saat ini ekspor Indonesia memang masih ditopang komoditi primer, untuk itu perlu dilakukan transformasi ke industri manufaktur yang memiliki nilai tambah. Terlebih sektor industri manufaktur merupakan aset andalan pembangunan nasional, selain memiliki konstribusi terhadap keperluan domestik juga memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan, tentunya membantu mengurangi angka pengangguran. 

"Saya juga melaksanakan visi dan misi pak presiden. Jadi kementrian ini ingin melaksanakan visi dan misi bapak presiden dalam hal berbagi dalam peningkatan khususnya perdagangan. Kementrian perdagangan ini berkomitmen untuk terus mendukung investasi dan pertumbuhan industri dalam negeri, salah satunya melakukan sintrifikasi aturan kebijakan yang mendorong ekspor  dan ini juga Insyaallah masuk ke agenda 100 hari saya," jelasnya. 

Jadi lanjutnya, kebijakan-kebijakan Mendag RI Agus Suparmanto yang berkaitan dengan penghambat ekspor serta menyulitkan bagi importir akan dilakukan evaluasi. 

"Konsentrasi akhirnya ini adalah nantinya untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dalam mewujudkan hal tersebut, tetap diperlukan peran pemerintah pusat maupun daerah, diantaranya bersinergi untuk mendorong ekspor dan investasi sebagai mana yang dikatakan oleh bapak presiden," 

"Saya banggakan upaya pemerintah untuk terus mendorong ekspor ini melalui rute langsung atau dari klo atau dimaksud ifisiensi logistik dari segi waktu maupun biaya dengan menyediakan port or transit," pungkasnya. 

Apalagi seperti efisiensi waktu dan biaya otomatis juga nanti dikontrak dan pembayaran juga lebih cepat, dan hal ini juga menguntungkan bagi pelaku usaha.

"Pelaku usaha ingin barangnya dibayar cepat, ini salah satu saya rasa sangat positif sekali yang dilakukan bapak gubernur," tutupnya.

Penulis : Fathul Khair

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar