× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Literasi Pengguna Sosmed Jadi Fokus Diskominfo Sulsel

Literasi Pengguna Sosmed Jadi Fokus Diskominfo Sulsel
Senin , 30 Januari 2017 09:00

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Meskipun Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulsel merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, tidak membutuhkan waktu lama bagi instansi ini untuk beraksi. 

Kepala Diskominfo Sulsel, Hasdullah mengatakan, literasi pengguna sosial media (Sosmed) akan menjadi salah satu fokus kerjanya. Alasannya, konten Medsos yang mengandung banyak info hoax alias kebohongan, kebencian, caci maki, isu berbau SARA, dan pornografi, menjadi ancaman yang sangat serius.

"Hal ini adalah ancaman yang sangat serius, yang berpotensi memicu perpecahan dan mengancam soliditas dan kebhinekaan kita. Bahkan, peradaban kita yang tentu akan menghambat upaya percepatan pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat," kata Hasdullah.

Menurutnya, di era digital seperti sekarang ini, arus komunikasi informasi secara online tidak bisa dibendung. Sehingga yang perlu dilakukan, kata dia, adalah meningkatkan ketahanan netizen terhadap info yang negatif.

Caranya dengan edukasi atau literasi pengguna medsos yang santun dan produktif, dan mampu memfilter info yang bertebaran di dunia maya tersebut.

"Diskominfo akan melakukan edukasi atau literasi pengguna medsos secara bertahap," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mulai dari komunitas-komunitas pengguna medsos, seperti LSM, pelajar, dan mahasiswa. Pihaknya akan menggalakkan Gerakan Ayo Santun dan Produktif di Dunia Maya.

"Tentu ini urgent dan strategis untuk mendukung kebijakan Pak Gubernur untuk Sulsel yang tiga kali lebih Maju, Mandiri, dan Modern karena kita Bersama atau dikenal dengan 3M1B. Rencananya, untuk triwulan pertama dan kedua, kami target seribu netizen. Dan ini akan dilakukan secara berkelanjutan," jelasnya.

Penulis : Al Khoriah Etiek Nugraha

Editor : Chaerul

Komentar