× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Kesbangpol Sulsel Harap Harga Lods Pasar Sentral Segera Ditetapkan

Kesbangpol Sulsel Harap Harga Lods Pasar Sentral Segera Ditetapkan
Selasa , 7 Februari 2017 09:28

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Asmanto Baso Lewa berharap, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto segera menetapkan harga lods pasar sentral. Mengingat, saat ini para pedagang cukup resah.

"Sebenarnya sudah finish. Sudah ditingkat pimpinan daerah juga sudah dibicarakan. Sudah ada langkah berdasarkan hasil dari pembicaraan yang sangat baik dari pedagang dan pengembang. Saat ini dalam tahap ditangani Walikota," ungkap, Asmanto Baso Lewa. 

Asmanto, yang juga bagian dari tim mediasi pasar sentral ini berharap, persoalan ketetapan harga lods segera ditetapkan. Agar pedagang bisa menempati lods-nya masing-masing. 

"Angka yang disepakati telah diketahui oleh pak walikota. Kita minta secepatnya dituntaskan. Tinggal bagaimana kedua belah pihak mempersiapkan hal-hal teknis untuk menempati lods-nya. Kita cuma mendorong secepatnya. Persoalan waktu kewenangan pak walikota," jelasnya. 

Baca juga:

 

Sementara, Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief juga meminta agar Wali Kota Makassar untuk segera menetapkan harga lods Pasar Sentral. 

"Saat ini, ketegasan dari Pak Danny ditunggu, seperti apa akhirnya," kata Zulkarnain. 

Apalagi, lanjutnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) sudah memberi gambaran harga di kisaran Rp40 juta per meter persegi. Namun, pihaknya belum memiliki perhitungan yang nilainya lebih rasional dari hasil perhitungan tim sembilan dimana Kadin juga masuk di dalamnya.
 
"Hasil dari tim sembilan yang dibentuk yaitu Rp35 juta per meter persegi," ungkapnya. 

Sebelumnya, Makassar Tunggal Inti Raya (MTIR) sudah melakukan pertemuan dengan para pedagang untuk penetapan harga lods di Pasar Sentral, yang ternyata harganya lebih besar dibanding nilai yang diusulkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel.

Berdasarkan hasil kajian Kadin, harga ideal yang bisa diberlakukan di pasar tersebut sekitar  Rp30-35 juta per meter persegi. Namun, informasi yang didapat, ada kesepakatan tersembunyi jika MTIR dan pedagang menetapkan harga Rp65 juta per meter persegi.

Seperti diketahui, untuk menyelesaikan persoalan Pasar Sentral, Pemprov Sulsel mulai turun tangan dengan membentuk tim mediasi antara pedagang dan MTIR. Namun hingga kini, belum ada kejelasan seperti apa kesepakatan antara para pedagang dengan MTIR terkait harga lods disana.

Penulis :

Editor : Adil Patawai

Komentar