× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Kepala DPLH Sulsel: Masih Banyak Perusahaan Bermasalah

Kepala DPLH Sulsel: Masih Banyak Perusahaan Bermasalah
Jumat , 22 September 2017 18:04

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pengelolaan lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel, Andi Hasbi Nur mengatakan, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) merupakan salah satu upaya untuk mendorong penaatan perusahaan, dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. 

"Salah satunya dengan mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya untuk menerapkan produksi bersih, dan menaati peraturan perundang-undangan," tambahnya.

Hasbi mengungkapkan, saat ini masih banyak perusahaan yang memiliki permasalahan terkait pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

"Kita terus lakukan koordinasi dengan pihak terkait, selain itu, kita juga membuka pintu untuk menerima aduan masyarakat," pungkasnya.

Penulis : Nur Izzati

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar