× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Jumlah Tambang Liar di Sulsel Masih Tinggi

Jumlah Tambang Liar di Sulsel Masih Tinggi
Rabu , 2 Agustus 2017 14:14

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Persoalan tambang liar masih menjadi "PR" bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pasalnya jumlah kegiatan tambang liar hingga saat ini masih mencapai angka ratusan.

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat kegiatan pertambangan tanpa izin di Sulsel, mencapai 312 titik pada 2016 lalu. Yakni terdiri dari 68 Perusahaan Tanpa Izin (Peti) dalam bentuk kelompok masyarakat, 185 kegiatan perorangan, dan 59 dari badan usaha.


Kasi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Mineral dan Batu Bara, Djemi Abdullah mengungkapkan, jumlah kegiatan tambang liar hingga Juli 2017 tidak berkurang signifikan. 

"Bahkan mungkin masih sama jumlah tambang ilegal sampai Juli kemarin dengan tahun 2016 lalu. Makanya, tim kami sementara turun ke daerah-daerah untuk cek. Khusunya pada daerah-daerah yang memang diindikasi paling banyak tambang ilegalnya," ungkap Djemi, rabu (2/8/2017).

Adapun daerah yang memiliki kegiatan tambang liar terbanyak, yakni Kabupaten Wajo, Bantaeng, Sidrap, Pinrang, dan Bone. 

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi saat ini berupaya maksimal untuk menekan kegiatan tambang liar ini, karena dapat merugikan negara dengan tidak terkena pajak.

"Selain merugikan negara dari segi keuangan, tentu ini juga dapat merugikan dari segi lingkungannya, karena usaha tersebut pasti tidak memiliki Amdal atau UKL dan UPL nya," papar Djemi.

Untuk itu, saat ini Dinas ESDM Sulsel terus meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan/usaha pertambangan, yang tidak memiliki izin atau tambang ilegal. Tentunya dengan melakukan koordinasi bersama kepolisian di setiap daerah.

"Jadi, kami menurunkan tim, untuk melakukan pengawasan terhadap perusahaan tanpa izin. Ini juga kita koordinasikan dengan kepolisian di tingkat kabupaten," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tambang ilegal yang kerap ditemukan yakni tambang bahan bangunan seperti pasir, sirtu, dan tanah urug.

Penulis : Nur Izzati

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar