× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Impor Daging Pemerintah Pusat Tidak Dirasakan Dinas Peternakan Sulsel

Impor Daging Pemerintah Pusat Tidak Dirasakan Dinas Peternakan Sulsel
Kamis , 14 Juli 2016 17:10

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Impor daging kerbau yang dilakukan pemerintah pusat agar menekan harga daging tersebut, tidak dialami Dinas Peternakan Sulsel.

Kepala Dinas Peternakan, Abdul Aziz mengatakan, harga daging kerbau di Sulsel masih normal. Mengingat, stok daging tersebut di Sulsel masih memadai.

"Pada prinsipnya kita di Sulawesi Selatan, kita tidak pernah dipengaruhi oleh harga impor daging, kita selama ini menggunakan daging lokal saja," ujar Kadis Peternakan Sulsel,  Abdul Aziz kepada Rakyatku.com, Kamis (14/7/2016).

Menurutnya, ketersediaan daging lokal cukup berlimpah di tahun ini. Bahkan Sulsel bisa melakukan ekspor daging sapi akibat stok yang berlebihan.

"Kita ji yang biasa ekspor, karena kita yang lebih banyak bahkan kita masih normal-normal saja," katanya.

Ia juga menambahkan, pasca lebaran tahun ini, harga daging sapi mengalami penurunan harga yang drastis.

"Harga daging sapi kita saat ini sudah mencapai Rp75-85 ribu perkilonya dikarenakan stok daging kita dari berbagai daerah cukup banyak," jelasnya.

Turunnya harga tersebut, merupakan hal yang biasa terjadi, bahkan memilki fenomena harga tersendiri setiap menjelang bulan Ramadan. Meski tetap berlimpah, Ia tetap mengantisipasi akan kurangnya stok ekor sapi di Sulsel.

Ia memastikan di Sulsel sendiri memilki jumlah yang sangat banyak. Untuk daging sapi sendiri, Ia mengungkapkan ada 105 ribu ekor yang dimiliki Sulsel dari berbagai daerah. Seperti Bone, Barru, Takalar, dan Gowa.

"Itu persiapan enam bulan kedepan, itu lagi masih ada stokta setelah itu, intinya dalam hal ini kita aman dari ketertidaksediaan daging sapi," pungkasnya.

Penulis : Dahrul Mahmud

Editor : Adil Patawai

Komentar