× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Gubernur Sulsel Minta Perbankan Bantu Ekonomi Pedesaan

Gubernur Sulsel Minta Perbankan Bantu Ekonomi Pedesaan
Sabtu , 26 Oktober 2019 16:16

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Perkembangan Industri Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga September 2019, terus menunjukkan kinerja pertumbuhan yang positif, dengan tingkat risiko yang terus terjaga.

Total aset perbankan di Sulsel posisi September 2019, tumbuh 6,38 persen dengan nominal mencapai Rp152,76 triliun. Ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) 6,04 persen menjadi Rp99,55 trilliun, dan pertumbuhan kredit 6,52 persen dengan nominal Rp125,37 triliun.

Penyaluran kredit perbankan tersebut telah menyasar pada kelompok UMKM dengan pangsa yang cukup tinggi, 32,97 persen dari total kredit. Sejalan dengan itu, kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus meningkat. Pada tahun 2018, realisasi KUR mencapai Rp6,5 triliun atau 121,9 persen target awal 2018
sebesar Rp5,4 triliun. 

Hal tersebut terungkap dalam Dialog Interaktif Lembaga Jasa Keuangan Bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan, dengan tema Inklusi Keuangan Untuk Semua, yang diselenggarakan di Hotel Aston Makassar, Sabtu (26/10/2019). 

Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, yang hadir memberikan arahan berharap, perbankan bisa lebih memberi peran untuk mendorong ekonomi pedesaan. 

"Kita ketahui selama ini, kita tidak menutup mata bahwa masih banyak masyarakat kita mencari pinjaman yang lebih cepat dan mudah persyaratannya. Yaitu renternir, tapi bunganya selangit," kata Prof Nurdin. 

Ia mendorong agar perbankan bisa masuk untuk memberikan kemudahan, agar masyarakat mendapatkan modal usaha. Perbankan juga dapat memberikan bantuan pada sektor unggulan Sulsel, seperti pertanian dan kelautan.

Adapun hingga September 2019, realisasi KUR telah mencapai Rp6,80 triliun atau 102,53 persen dari target sebesar Rp6,63 triliun yang disalurkan kepada 271.894 debitur. Sejalan dengan itu, kinerja intermediasi perbankan terjaga pada level yang tinggi. Tercermin pada indikator Loan to Deposit Ratio 124,86 persen dan tingkat risiko kredit bermasalah berada di level aman 3,84 persen. 

Pada industri keuangan non bank (IKNB), total aset dana pensiun tumbuh 7,63 persen yoy menjadi Rp1,03 triliun. Piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 10,70 persen menjadi Rp13,54 triliun, dan pinjaman yang disalurkan perusahaan pergadaian tumbuh tinggi 17,13 persen menjadi Rp3,88 triliun.

Pada industri pasar modal, capaian kinerja signifikan ditopang oleh pertumbuhan jumlah investor sebesar 76 persen menjadi 40.981 investor, disertai nilai transaksi tumbuh 17,13 persen menjadi Rp3,88 triliun.

Penulis : Fathul Khair

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar