× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

DPKP2 Padukan Adat Toraja dan Kolonial Bangun RTH Rujab

DPKP2 Padukan Adat Toraja dan Kolonial Bangun RTH Rujab
Selasa , 19 September 2017 16:06

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Salah satu bagian kawasan Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel yang direnovasi, adalah bagian Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKP2) Sulsel, Andi Bakti Haruni mengungkapkan, untuk RTH ini pihaknya mengusung konsep kolonial.

"Kita menyesuaikan dengan bangunan utama Rujab yang memang warisan kolonial. Jangan sampai RTH ini tidak nyambung sama konsep bangunannya," ungkap Andi Bakti, Selasa (19/9/2017).

Tetapi, pihaknya tetap mempertahankan aksesoris Toraja yang sudah ada di Rujab tersebut. Namun, tidak terlalu membuatnya mencolok, sehingga tidak mengganggu konsep yang ada.

"Saya coba padukan tradional Toraja dan kolonial, tetapi elemen Toraja hanya berupa aksesoris," pungkasnya.

Penulis :

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar