× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

DKP Sulsel Berbagi Tips Budidaya Cacing Merah

DKP Sulsel Berbagi Tips Budidaya Cacing Merah
Rabu , 1 Agustus 2018 21:19

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pakan alami (fitoplankton, zooplankton, dan bentos) berperan sebagai sumber karbohidrat, lemak, protein dengan susunan asam amino yang lengkap, serta mineral bagi larva atau benih ikan.

Berbagai jenis pakan alami secara umum cocok untuk makanan larva, karena pakan alami mengandung semua unsur zat gizi yang dibutuhkan larva. Salah satu jenis pakan alami yang dapat dibudidayakan antara lain cacing merah (Tunifex sp).

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulsel, Ir Hardi Harris menjelaskan, budidaya cacing merah dilaksanakan dengan penumbuhan biomassa cacing dalam substrat media tumbuh yang dilengkapi dengan sistem air mengalir.

Dimana, stock awal (starter) dikultur dalam substrat dan diberi air yang mengalir dan pemberian pakan atau bahan pengkaya substrat secara berkala.

Adapun komposisi substrat media kuktur adalah, lumour 87,8 persen, pupuk organik 5,56 persen, dedak halus 5,56 persen, tepung ikan/pellet tenggelan 1,1 persen (sekitar 2 kg). Bahan substrat dicampur rata dalam wadah (bak atau saluran drainase) dengan ketebalan substrat 7-10 cm.

"Masukkan air ke dalam wadah agar media terendam dan terdekomposisi selama 1-2 hari. Setelah terjadi dekomposisi diharaokan pakan alami sudah mulai rumbuh dan cacing siap ditebar," jelasnya, Rabu (1/8/2018).

Setelah bibit ditebar, selanjutnya dilakukan penebaran ampas tahu pada permukaan media kultur untuk mempercepat proses timbuhnya cacing merah. Sedangkan untuk menghindari cahaya matahari langsung, sebaiknya dipasang penutup di atas media kultur.

Masa pemeliharaan yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi air dan pengelolaan pakan. Air media harus terjaga sirkulasinya.

Dia juga memaparkan, Pemanenan bisa  dilakukan dengan 2 cara, yakni panen selektif dan total. Panen selektif dilakukan setiap 3 hari sekali, dan dilakukan pada bagian tertentu yang menggumpal pada bagian substrat.

"Sedangkan lanen total dilakukan setiap 3 bulan sekali, panen ini dilakukan pada sat kondisi substrat tidak memungkinkan lagi sebagai media kultur yang ditandai dengan kurangnya gumpalan cacing dipermukaan substrat," paparnya.

Penulis : Nur Izzati

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar