× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Berikut Usulan Nurdin Abdullah Terkait Growth Center

Berikut Usulan Nurdin Abdullah Terkait Growth Center
Minggu , 24 November 2019 07:05

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah mengusulkan agar lahan Growth Center yang di atasnya terdapat gedung Growth Centre dihibahkan.

Diketahui, lahan tersebut merupakan aset Pemprov Sulsel. Sementara Kopertis Wilayah IX Sulawesi (sekarang LLDikti) yang mengelola gedung Growth Centre yang selama ini dimiliki Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IX A Sulawesi untuk dijadikan sebagai pusat pendidikan dan proses belajar mengajar.

"Jadi kalau saya sekarang, berapa bangunan yang milik APTISI di situ, kita usulkan (lahannya) untuk kita hibah," sebut Nurdin saat melakukan Rapat Pembahasan Growth Center, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (23/11/2019).

Ia menambahkan, Pemprov saat ini sedang melakukan pengamanan aset, termasuk menyurat kabupaten di mana rumah jabatan wakil bupati yang milik Pemprov Sulsel. Agar bersurat ke Provinsi untuk pengajuan hibah. 

"Kita duduk sama KPK, saya bilang, saya mau ini. Ini bagian dari inovasi kita, dia (pihak KPK) bilang 'Silahkan Pak Gubernur, yang penting kami datang untuk menertibkan aset yang dikelola pihak ke tiga'," ujarnya mengulangi pembicaraan dengan pihak KPK.

Terkait bangunan APTISI di lahan Growth Center ini, Nurdin menyampaikan agar perguruan tinggi dapat bernovasi dan melahirkan sumber daya manusia yang unggul. 

"Kita jadikan itu jadi pusat pertumbuhan beberapa inovasi perguruan tinggi yang lain, kita bisa wujudkan di situ. Ini sejalan dengan visi Presiden Jokowi dengan SDM Unggul," paparnya. 

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin mengapresiasi langkah yang dilakukan Nurdin Abdullah dengan menggelar rapat dan keputusan yang diambil menurutnya tepat. 

"Sangat rasional sekali cara berpikir Pak Gubernur dan itu insyaallah akan menjadi modal juga untuk LLDikti untuk mengembangkan perguruan tinggi swasta di Sulawesi, terkhusus di Sulawesi Selatan," ujarnya. 

Jika telah diberikan kepada LLDikti secara penuh untuk mengelolanya, maka pihaknya akan menjadikan pusat pengembangan perguruan tinggi. 

"Jadi kalau kita kembangkan laboratorium kita kembangkan bakal lebih bagus. Saya sangat berterima kasih, mengapresiasi kebijakan Pak Gubernur dengan sangat cerdas bisa merespon keinginan kami," ucapnya. 

Saat mendapatkan surat pengosongan tersebut, dirinya mengaku bahwa jika memang hak Pemprov maka akan diberikan ke Pemprov, namun harus jelas. Di satu sisi juga pihak juga telah memiliki bangunan di sana. Apalagi terdapat perguruan tinggi yang memanfaatkan bangunan untuk belajar sementara, karena bangunan kampus tersebut sedang dibangun. 

"Itu akan membantu perguruan tinggi, terutama yang kecil-kecil, yang tidak mungkin mengembangkan Laboratorium sendiri. Itu sebenarnya ide yang paling cemerlang dari Pak Amirudin (Mantan Gubernur Ahmad Amiruddin)," pungkasnya.
 

Penulis : Fathul Khair

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar