× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Berikut Inovasi untuk Penanganan Fakir Miskin Perkotaan

Berikut Inovasi untuk Penanganan Fakir Miskin Perkotaan
Jumat , 14 April 2017 16:38

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Andi Ilham mengatakan, ada banyak perubahan dalam pemberian bantuan kepada masyarakat. Khususnya fakir miskin kota atau fakir miskin pesisir. 

"Seperti mengalami banyak inovasi-inovasi yang muncul dalam penanganan fakir miskin perkotaan. Setiap tahun pemerintah berfikir untuk mencari solusi dalam menangani fakir miskin perkotaan maupun pesisir," ujar Andi Ilham, Jumat (14/4/2017). 

Pertama terkait data pada tahun 2015, pemerintah intensif melakukan upaya untuk mengakhiri rezim beda data, hasilnya pada saat ini Dinsos sudah memiliki data terpadu (Basis Data Terpadu /BDT) yang menjadi dasar bagi program penanganan fakir miskin. 

"Melihat hal itu, kita sudah memiliki data fakir miskin perkotaan di Sulsel melalui Basis Data Terpadu. Jumlah penduduk miskin Sulsel 2016 2,9 Juta jiwa," katanya. 

Kedua dengan  bantuan yang mengarah ke non-tunai, artinya pemberian bantuan kepada masyarakat dalam bentuk uang atau barang secara langsung sudah mulai ditinggalkan. Hal itu dilakukan, agar efektivitas dan efisiensi bantuan yang diberikan, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), e-Warong Kube dan Kube jasa. 

Selanjutnya, katanya, program yang dikeluarkan dapat terintegrasi satu dengan yang lain. Masing-masing program tidak berdiri sendiri tapi berkaitan. 


"Semua itu diharapkan penanganan fikir miskin dapat dilaksanakan secara komprehensif, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) terintegrasi dengan Kelompok Usaha Bersama (Kube) peserta Kube diprioritaskan peserta PKH. penerima Rastra (Beras Sejahtera) dengan PKH," tutupnya. 

Penulis : Azwar

Editor : Adil Patawai

Komentar