× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Australia-Sulsel Libatkan 11 Universitas untuk Pembangunan Daerah

Australia-Sulsel Libatkan 11 Universitas untuk Pembangunan Daerah
Senin , 18 November 2019 16:03

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintahan Australia dan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen melibatkan 11 Universitas untuk membahas berbagai macam kebutuhan kedua negara melalui penelitian ilmiah. 

Hal tersebut disampaikan langsung pemerintah Australia melalui Duta Besar Australia untuk Indonesia, HE Gary Quinlan AO. 

Ia menjelaskan, dari 11 universitas yang dilibatkan, 7 diantaranya dari Indonesia dan 4 dari Australia. 

11 Universitas ini mengutus 500 tim peneliti untuk membahas mengenai potensi yang ada di provinsi Sulsel sendiri. 

"Kita melibatkan Universitas, lembaga penelitian, masyarakat, dan lebih penting lagi bagi pemerintah Australia lebih fokus di Makassar karena memiliki ekosistem yang sama," kata Gary dalam sambutannya, di Gedung Karaeng Pattingalloang Rujab Gubernur Sulsel, Senin (18/11/2019). 

Di tempat yang sama Chief Executive Official (CEO) The Australia Indonesia Center, Dr Eugene Sebastian menyampaikan, Partnership For Australia Indonesia Research (PAIR) ini merupakan salah satu momentum yang baik untuk Australia begitupun dengan Pemprov Sulsel. 

"Sebagai contoh di Sulawesi Selatan terdapat penelitian mengenai revitalisasi pemukiman yang berada di Makassar dan dikembangkan melalui penelitian juga di perairan, dan gagasan ini kita transformasikan melalui program," jelas Eugene Sebastian dalam sambutannya. 

Lebih lanjut Eugene Sebastian mengaku, senang sekali dengan adanya program ini yang merupakan salah satu momen tersendiri, dan ini semua berdasarkan hasil komunikasi dilakukan sejak 6 tahun lalu.

"Kami pada tahun ini melakukan kunjungan proyek baru, jalur kereta api antara Makassar dengan Parepare, proyek ini akan memberikan peluang ekonomi baru dan mengubah taraf kehidupan dan menciptakan lapangan pekerjaan dengan mengandeng 11 Universitas dari Australia dan Indonesia demi mencapai kesejahteraan masyarakat Sulsel," ungkap Eugene Sebastian. 

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah menyampaikan, kepada seluruh hadirin bahwa presiden republik Indonesia sudah menegaskan agar tidak terlalu banyak membuat aturan yang akan tumpang tindih. 

"Kemarin bapak presiden republik Indonesia menyampaikan, salah satu masalah besar yang kita hadapi bangsa ini adalah banyaknya aturan baik peraturan presiden, peraturan Gubernur, maupun peraturan kabupaten kota yang saling tumpang tindih," ungkap mantan Bupati Bantaeng dua periode itu. 

Olehnya itu Prof Nurdin berharap kepada seluruh pihak dengan peluncuran program PAIR ini dapat memberikan hasil yang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat di Sulsel sendiri. 

"Saya berharap dengan peluncuran program ini tidak ada lagi kebijakan yang dikhawatirkan tanpa by riset, harus melalui riset supaya betul-betul kita bukan hanya sekedar membuat aturan," pungkasnya.

Penulis :

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar