× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Antipasi Koperasi Abal-abal Diskop Sulsel Bentuk Tim Koordinasi

Antipasi Koperasi Abal-abal Diskop Sulsel Bentuk Tim Koordinasi
Jumat , 3 Maret 2017 08:31

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop) Sulsel, membentuk tim koordinasi bersama kabupaten/kota. Hal ini untuk mengantisipasi koperasi abal-abal, yang dapat merugikan masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Syamsu Alam Ibrahim mengatakan, meski saat ini di Sulsel baru satu ditemukan, yakni di Kabupaten Gowa, pihaknya berharap masyarakat juga dapat lebih jeli menilai lembaga atau koperasi yang tergolong abal-abal.

"Tim ini terpusat di provinsi tapi kan jaringannya ada semua. Misalnya saya sebagai tim ada perpanjangan tangan di Dinas Koperasi kabupaten/kota, begitu juga dengan kejaksaan dan pihak kepolisian," kata Syamsu.

Ia menambahkan, pihaknya akan menindak tegas koperasi abal-abal ini. Jika ada informasi titik-titik ada koperasi ataupun lembaga usaha yang mengorganisir untuk investasi yang cukup besar, tetapi tidak sesuai prosedur, maka akan langsung dihentikan.

"Dari hasil pengawasan, baru satu yang kita temukan setelah ada tim, itu di Gowa. Dan itu sudah diberhentikan. Mereka mengatasnamakan koperasi tetapi praktiknya bukan koperasi," ungkap Syamsu.

Lebih lanjut ia menjelaskan modus yang biasa digunakan untuk menjaring masyarakat, Koperasi abal-abal ini menggalang dana dari masyarakat. Tentunya dengan menjanjikan bunga keuntungan yang besar. Serta iming-iming hadiah yang menggiurkan bagi masyarakat.

"Misalnya satu bulan dapat sekian persen kemudian iming-iming hadiah atau apalah. Dan ini sudah banyak terjadi di Indonesia, bukan hanya di Sulsel saja. Oleh karena itu untuk cepat mengantisipasi hal ini maka kita bentuk tim koordinasi dengan seluruh kabupaten kota," ujarnya.

Ia berharap, masyarakat dapat melapor pada agen-agen di daerah, ataupun pihak kepolisian. Jika mengetahui ada lembaga usaha atau koperasi yang abal-abal seperti yang telah dijelaskan.

Syamsu menambahkan, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi pada masyarakat. Terutama jika ada kegiatan-kegiatan koperasi. Maka melalui gerakan koperasi tersebut ia melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih waspada. Sosialisasi yang dilakukan juga tentunya secara bertahap. Untuk Diskop, sosialisasi dilakukan sesuai dengan bidang tugas, yakni melalui Dekopin dan Koperasi. 

"Koperasi yang harus dicurigai. Pertama apabila dia menjanjikan bunga yang tinggi. Selain itu, harus diketahui secara jelas dimana kantornya dan siapa penaggungjawabnya. Itu harus segera diketahui. Kalau sudah menjanjikan bunga yang tinggi kemudian ada iming-iming hadiah itu yang utama untuk diwaspadai, karena tidak masuk akal menjanjikan bunga yang tinggi sedangkan kegiatannya tidak jelas," paparnya.

Penulis : Al Khoriah Etiek Nugraha

Editor : Chaerul

Komentar