× Badan Pendapatan Daerah Biro Bina Hukum Dan HAM Biro Bina Kesejahteraan Biro Bina Mental Dan Spiritual Biro Bina Napza Dan Hiv-Aids Biro Bina Pembangunan Biro Bina Perekonomian Biro Humas Dan Protokol Biro Kerjasama Biro Organisasi Dan Kepegawaian Biro Pemerintahan Biro Pemerintahan Daerah Biro Pengelolaan Asset Daerah Biro Umum Dan Perlengkapan Dinas Bina Marga & Bina Konstruksi Dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dan Perikanan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian P Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Tanaman Pangan & Hor Dinas Komunikasi Informatika Statistik & Persandia Dinas Koperasi Dan UMKM Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Dinas Pemuda Dan Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pin Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Cipta Karya & Tat Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perindustrian Dinas Perkebunan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Pertahanan Dinas Peternakan Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Inspektorat Provinsi Kantor Penghubung Provinsi Sulsel Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kepegawaian Daerah Kesatuan Bangsa Dan Politik Ketahanan Pangan Daerah Koordinasi Penyuluh Lintas Kabupaten/Kota Penanggulangan Bencana Daerah Pendidikan Dan Pelatihan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Perpustakaan Dan Arsip Daerah Sekretariat DP Korpri Sekretariat DPRD Sekretariat KPID

Anggaran Terbatas, Dinas Perindustrian Sulsel Optimalkan Empat Program

Anggaran Terbatas, Dinas Perindustrian Sulsel Optimalkan Empat Program
Ahmadi Akil.
Senin , 13 Februari 2017 09:34

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, Dinas Perindustrian Sulsel, tahun ini hanya mendapatkan anggaran Rp8 miliar, dari APBD Sulsel. 

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil mengungkapkan, keterbatasan anggaran ini tidak akan menjadi kendala dalam pelaksanaan program prioritas tahun ini. 

Ahmadi menjelaskan, ada empat program yang menjadi prioritas Dinas Perindustrian Sulsel. Program pengembangan industri kecil dan menengah, pengembangan sentra sentra industri potensial, peningkatan kapasitas iptek sistem produksi, dan peningkatan kemampuan teknologi industri. 

"Kekurangan anggaran bukan kendala untuk melaksanakan program-program prioritas kami. Solusinya, kami akan mengefektifkan setiap kegiatan di masing-masing bidang, menentukan kegiatan prioritas, dan membuka ruang untuk bekerjasama dengan swasta dan BUMN. Untuk membesarkan IKM misalnya, kami sudah menandatangani MoU dengan BNI. Kami akan berupaya agar MoU yang sudah ditandatangani, bisa ditingkatkan ke perjanjian kerjasama," jelasnya. 

Menurutnya, ada empat masalah di sektor industri saat ini. Yakni Masih lemahnya daya saing industri nasional, belum kuat dan belum dalamnya struktur industri nasional, kegiatan industri masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, dan belum optimalnya peran pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor industri.

"Dinamika di sektor industri cukup beragam. Perubahan jumlah dan komposisi penduduk, serta peningkatan kesejahteraan, perkembangan teknologi, globalisasi proses produksi, kelangkaan energi, kelangkaan bahan baku tidak terbarukan, paradigma manufaktur, dan ketersediaan tenaga kerja kompeten," kata Ahmadi. 

Disamping itu, Ahmadi juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menyusun Rencana Induk Pembangunan Industri Provinsi (RIPIP). Hal tersebut akan menjadi pedoman pemerintah dan pelaku industri dalam perencanaan dan pembangunan industri, dalam rangka mencapai tujuan pembangunan industri.

"Pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah Sulsel menjadi salah satu tujuan pembangunan industri. Minimal, setiap kabupaten memiliki sentra industri sesuai dengan keunggulannya masing-masing," pungkasnya. 

Penulis : Al Khoriah Etiek Nugraha

Editor : Adil Patawai

Komentar